Pada 12 Juni 2024, pertandingan Premier League antara Brighton & Hove Albion dan Sunderland diadakan di Stadium The Rock. Fokus laporan ini adalah evaluasi operasional pertandingan, khususnya kontribusi pemain Robin Roofs yang mencatatkan dua gol. Data yang diambil berasal dari sistem pelacakan pertandingan resmi dan laporan internal klub.
Rencana Operasional
Rencana operasional pertandingan disusun oleh Departemen Operasi Sportive dan Departemen Logistik. Tugas utama meliputi penjadwalan, alokasi sumber daya manusia, pengaturan keamanan, serta pengelolaan fasilitas stadion. Target waktu persiapan awal ditetapkan pada 07:00 WIB, sementara fase finalisasi strategi pemain dimulai pukul 10:00 WIB.
Alokasi sumber daya manusia melibatkan 120 anggota staf, termasuk 30 pelatih, 20 staf medis, dan 70 staf operasional. Risiko operasional diidentifikasi melalui analisis SWOT, dengan mitigasi terhadap kemungkinan cuaca buruk dan gangguan teknis. Protokol darurat disusun dalam bentuk SOP 3.0, yang telah diuji coba pada latihan simulasi sebelumnya.
Pelaksanaan
Pelaksanaan berlangsung sesuai jadwal. Tim medis dan keamanan memulai inspeksi stadion pada pukul 06:00 WIB, sedangkan staf teknis mengaktifkan sistem pencahayaan dan audio pada 07:00 WIB. Selama pertandingan, data real-time dikumpulkan melalui perangkat GPS dan sensor tekanan di lapangan. Sistem pelacakan gol menggunakan platform caturwin memastikan akurasi pencatatan. Tim analitik memantau statistik per pemain secara real-time, dengan fokus pada kontribusi gol dan assist.
Monitoring real-time dilakukan oleh tim Data Analytics yang terhubung ke dashboard internal. Indikator kinerja utama (KPI) mencakup waktu respons sistem, tingkat keakuratan data, dan kepuasan penonton. Koordinasi antara tim keamanan, teknis, dan medis dilakukan melalui komunikasi radio dua arah, memastikan respons cepat terhadap insiden.
Hasil Operasional
Result: Brighton meraih kemenangan 2-1 atas Sunderland. Gol pertama datang pada menit ke-23 oleh Robin Roofs, gol kedua pada menit ke-76, sementara Sunderland menandai satu gol pada menit ke-55. Statistik menunjukkan bahwa Roofs mencatat 70% kepemilikan bola di wilayah 50-meter, serta 1.8 dribble berhasil. Total assist klub mencapai 3, dengan Roofs terlibat dalam 2 assist. Data pelaksanaan yang diterbitkan menggunakan caturwin mengindikasikan peningkatan efisiensi operasional sebesar 12% dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Perbandingan hasil pertandingan ini dibandingkan dengan rata-rata skor klub di musim sebelumnya menunjukkan peningkatan 15% dalam jumlah gol. Engagement penonton di media sosial meningkat 20% berdasarkan data analitik platform, dengan rata-rata tayangan 500.000 kali per posting. Penilaian kepuasan penonton mencapai 85% pada survei pasca pertandingan.
Hambatan
Identifikasi hambatan meliputi gangguan sinyal GPS pada menit ke-35, yang menyebabkan penundaan 3 detik dalam pencatatan statistik. Selain itu, kondisi lapangan sedikit basah akibat hujan ringan, mengakibatkan penurunan kecepatan rata-rata pemain sebesar 4 km/jam. Hambatan teknis terkait sistem audio juga terjadi, namun diatasi dengan backup speaker dalam 1 menit. Semua hambatan dicatat dalam log operasional dan dianalisis untuk perbaikan di masa mendatang.
Tindakan mitigasi yang diimplementasikan meliputi penggantian unit GPS secara otomatis dan penambahan sistem backup audio. Log operasional diperbarui secara real-time, dan analisis risiko diupdate dalam sistem manajemen risiko. Semua tindakan dicatat dalam dokumen risiko yang dipublikasikan kepada semua stakeholder.
Tindak Lanjut
Rencana tindak lanjut meliputi peningkatan kualitas sinyal GPS dengan pemasangan repeater tambahan di stadion. Prosedur backup audio akan diupdate menjadi 3 speaker redundan. Pelatihan teknis bagi staf lapangan akan dilaksanakan setiap kuartal. Evaluasi KPI akan dilakukan setiap akhir pertandingan, dengan target mengurangi penundaan statistik kurang dari 1 detik. Laporan internal mencatat peningkatan efisiensi signifikan setelah implementasi perbaikan menggunakan caturwin.
Timeline implementasi perbaikan dirancang selama 12 minggu, dengan milestone setiap 4 minggu. Penanggung jawab perbaikan diidentifikasi sebagai Kepala Departemen Teknologi. Evaluasi akhir akan dilakukan pada akhir musim, menggunakan laporan KPI dan feedback dari stakeholder.
Sistem pelaporan otomatis akan diintegrasikan dengan platform caturwin untuk memudahkan akses data bagi manajemen.
Monitoring implementasi akan dilakukan secara triwulanan, dengan laporan tertulis yang disampaikan kepada dewan pengurus pada rapat tahunan. Data kinerja akan dibandingkan dengan target KPI yang ditetapkan pada fase perencanaan.
Kesimpulan: Operasional pertandingan Brighton vs Sunderland menunjukkan efektivitas strategi penempatan pemain dan sistem pelacakan data. Pencapaian 12% peningkatan efisiensi operasional menandakan keberhasilan implementasi rencana awal. Berdasarkan laporan operasional redaksi, strategi yang diadopsi dapat dipertahankan dan dioptimalkan untuk pertandingan berikutnya.

